Senin, 08 November 2010

AKAL DAN WAHYU DALAM PERSPEKTIF ISLAM

I.PENDAHULUAN
Manusia dalam hidupnya tidak akan pernah lepas dari masalah. Hanya saja, permasalahannya besar atau kecil, rumit atau sederhana, penting atau tidak penting tergantung masing-masing orang bagaimana mereka mengelola masalah dan keterampilan yang dimiliki untuk memecahkan sebuah masalah. Masalah adalah suatu kesenjamgam yang tidak diinginkan antara kondisi yang diinginkan dengan kondisi actual dari sesuatu yang dianggap penting. Penyebab dari masalah itu sendiri bisa jadi sesuatu yang diketahui atau yang tidak diketahui. Masalah dapat dievaluasi berdasarkan tingkat kepentingannya dan kemungkinan dari tingkat kompleksitas solusinya.
II.RUMUSAN MASALAH
A.Apa pengertian problem solving?
B.Seperti apakah metode problem solving?
C.Faktor-faktor apa yang berpengaruh dalam proses problem solving?
III.PEMBAHASAAN
A.Pengertian
Problem solving adalah aplikasi dari konsep dan keterampian. Dalam pemecahan masalah biasanya melibatkan beberapa kombinasi konsep dan keterampilan dalam suatu situasi baru atau situasi yang berbeda.1
Pemecahan masalah merupakan salah satu tugas dari peranan kognitif. Kognitif itu sendiri berfungsi sebagai cara untuk melihat kemampuan anak dalam menggunakan bahasa dan matematika.
Pengertian dari kognisi adalah fungsi mental yang meliputi persepsi pikiran, symbol, penalaran, dan pemecahan masalah. Menurut Blackman dan Goldstain seperti dikutip oleh Halaha, Kaufman, dan Lioyd mengemukakan bahwa setiap orang memiliki gaya kognitif (cognitive style) yang berbeda-beda dalam menghadapi tugas-tugas pemecahan masalah.
Untuk pemecahan masalah diperlukan insight2. Hal itu diperoleh dari keterlibatan lingkungan langsung dalam situasi belajar sehingga ia melakukan tindakan mengenadan bertingkah laku sesuai dengan situasi yang terjadi. Dengan demikian dapat dipahami bahwa tingkah laku seseorang tidak hanya dikontrol oleh rewningnord dan reinformen dan insight. Insight menurut psikologi Gastan adalah pengamatan atau pemahaman mendadak terhadap hubungan-hubungan antara bagian di dalam suatu situasi permasalahan
Pemecahan masalah adalah tujuan yang harus dicapai, sedangkan tindakan yang harus diambil supaya problem atau masalah dapat dipecahkan dengan mengadakan pengamaatan yang teliti dan reorganisasi terhadap unsure-unsur di dalam problem. Problem solfing sering diartikan sama dengan inquiri training atau discoveri learning. Tetapi discoveri learning lebih memperolh pengertian dan pemahaman yang lebih ada beberapa hal yang penting di dalam inquiri atau masalah yaitu:
Guru akan sering mengatakan “what he think”.
Guru banyak bertanya.
Guru banyak minta jawaban dari suatu pertanyaan.
Guru mendorong murid untuk beriteraksi dengan guru atau dengan temannya3.
B.Metode Problem Solving (pemecahan masalah)
Metode pemecahan masalah juga dikenal dengan metode Brainstorning, ia merupakan metode yang merangsang berpikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa. Guru disarankan tidak berorientasi pada metode tersebut. Guru hanya melihat jalan fikiran yag disampaikan oleh siswa. Pendapat siswa, serta motifasi siswa untuk mengeluarkan pendapat mereka, dan sekali-kali guru tidak boleh menghargai pendapat siswa, sekalipun pendapat siswa tersebut salah menurut guru.
Metode ini dapat dilaksanakan apabila siswa telah berada pada tingkat yang lebih tinggi dengan prestasi yang tinggi pula. Tetapi metode ini perlu diwaspadai akan menimbulkan frustasi dikalangan siswa, lantaran masing-masing mereka belum dapat menemui solusinya dari proses yang dilakukan. Akan tetapi guru dapat menggambarkan bahwa yang diminta adalah buah fikiran dengan alasan rasional4.
Metode pemecahan masalah (Problem Solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai maalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Adapun keunggulan metode ini adalah sebagai berikut: melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. Berpikir dan bertindak kreatife. Memecahkan masalahyang dihadapi secara realistis mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah dengan tepat. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misalnya terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain5.
C.Faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses pemecahan masalah.
Pemecahan masalah dipengaruhi oleh faktor-faktor situasional dan personal. Factor-faktor situasional terjadi, misalnya, pada stimulus yang menimbulkan masalah; pada sifat-sifat masalah: sulit-mudah, baru-lama, penting-kurang penting, melibatkan sedikit atau banyak masalah lain. Beberapa penelitian telah membuktikan pengaruh factor-faktor biologis dan sosio-psikologis terhadap proses pemecahan masalah. Manusia yang kurang tidur mengalami penurunan kemampuan berpikir; begitu pula apabila ia terlalu lelah. Factor-faktor sosio-psikologis misalnya:
a)Motivasi; motivasi yang rendah mengalihkan perhatian, sedang motivasi yang tinggi membatasi fleksibilitas.
b)Kepercayaan dan sikap yang salah; asumsi yang salah dapat menyasatkan kita. Bila jita percaya bahwa kebahagiaan dapat diperoleh dengan kekayaan material, kita akan mengalami kesulitan ketika memecahkan penderitaan batin kita. Kerangka rujukan yang tidak cermat menghambat efektifitas pemecahan masalah.sikap yang defensif,(misalnya, kurang kepercayaan pada diri sendiri) akan cenderung menolak informasi baru, merasionalisasikan kekeliruan dan mempersukar penyelesaian.
c)Kebiasaan; kecenderungan untuk mempertahankan pola berpikr tertent, atau melihat masalah hanya dari satu sisi saja, atau kepercayaan yang berlebihan dan tanpa kritis pada pandapat otoritas, menghambat pemecahan masalah yang efisien.
d)Emosi; emosi mewarnai cara berfikir kita. Kita tidak dapat berfikir secara objektif. Sebagai manusi yang utuh, tidak dapat mengesampingkan emosi. Sampai di situ emosi sudah mencaapai intensitas yang begitu tinggi sehingga menjadi stress, barulah kita menjadi sulit berfikir efisien.
IV.KESIMPULAN
Problem solving adalah aplikasi dari konsep dan ketrampilan. Dalam pemecahan masalah biasanya melibatkan beberapa kombinasi konsep dan ketrampilan dalam suatu situasi baru atau situasi yang berbeda. Metode problem solving adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi maupun kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama sama.pemecahan masalah dipengaruhi oleh faktor-faktor situasional dan personal
V.PENUTUP
Demikian sedikit uraian makalah kami semoga bermanfaat bagi kita semua.AMIIN.















DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman Mulyono, pendidikan bagi anak berkesulitan belajar, ( Jakarta:PT. Rineka Cipta 1999).
sumanto Wasty., Psikologi Pendidikan,( Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1990).
Yamin Martinis H. , profesionalisasi guru dan implementasi KTSP,( Jakarta: PT. Gaung Persada Press, 2008).
http:// gurupkn, word press, com/ 2007/ 11/ 16/ metode-pemecahan-masalah-problem-solving.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar